Showing posts with label Bunda dan Bayi. Show all posts
Showing posts with label Bunda dan Bayi. Show all posts

0 Cara Membuat Nasi Tim Sayur Untuk Anak Umur 9 – 12 Bulan

Nasi tim adalah salah satu Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) padat yang sangat dianjurkan untuk dikonsumsi oleh bayi berumur 9 – 12 bulan. Sebenarnya sekarang ini sudah banyak jenis Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) pabrikan yang beredar di pasaran, tapi alangkah baiknya jika anak-anak kita dibiasakan untuk mengkonsumsi makanan yang dibuat oleh ibunya, disamping kebersihannya lebih terjamin, juga gizi yang terdapat didalamnya pun lebih bisa terkontrol. Nah, bagi ibu-ibu muda yang ingin membuat sendiri nasi tim untuk bayinya, dibawah ini adalah cara membuat nasi tim sayur untuk anak  umur 9 – 12 bulan. Semoga bermanfaat.

Bahan:
  • Beras 2 sendok makan
  • Tempe 1 potong (10 gr)
  • Santan 1 sendok (bisa diganti minyak kelapa atau kaldu)
  • Garam secukupnya
  • Air 3 gelas
  • Daun bayam 10 lembar

Cara membuat:
  1. Haluskan semua bahan.
  2. Masukkan semua bahan ke dalam panci kecuali daun bayam.
  3. Masaklah sambil diaduk sampai matang
  4. Masukkan daun bayam yang sudah dicuci bersih ke dalam panci saat masakan hampir matang
  5. Masakan siap disajikan kepada bayi saat masih hangat

Ket: nasi tim ini dibuat untuk sekali makan, dan berikan setelah ASI.

0 Download Gratis Ebook Tahapan Masa Pertumbuhan Batita


Membangun hubungan dengan bayi Anda dimulai di detik saat ia lahir. Saat pertama kali melihat bayi Anda yang baru lahir, penampilannya mungkin akan mengejutkan Anda. Beberapa orang tua merasa cemas saat melihat bayi yang baru lahir karena tidak terlihat sesuai dengan yang dibayangkan. Kulitnya keriput dan mungkin lebih mirip pria tua ketimbang bayi. Dengan melihat kondisi pertumbuhan bayi baru lihat hingga usia bayi tiga tahun, Anda tentu akan mengerti pertumbuhan apa saja yang terjadi pada si kecil.

Nah, untuk mengetahui tahapan-tahapan apa saja yang dilalui bayi Anda dalam pertumbuhannya, kali ini Blog seputar Ibu dan Anak akan membagi satu lagi ebook gratis yang di beri judul: Tahapan Masa Pertumbuhan Batita, untuk pegangan para ibu-ibu muda agar mengetahui lebih detail tentang masa-masa pertumbuhan buah hatinya.

Langsung saja, untuk mendownload Ebook Tahapan Masa Pertumbuhan Batita  ini, seperti biasa silahkan klik button download di bawah ini:


Semoga bermanfaat..

0 Download Gratis Ebook Tahapan Masa Kehamilan

Kehamilan adalah salah satu perubahan fisik terbesar yang dialami perempuan. Sejumlah perubahan luar biasa akan terjadi dalam tubuh dan hidup Anda. Anda tentu ingin mengetahui perubahan apa saja yang terjadi pada si ibu maupun kondisi janinnya dalam setiap tahapan kehamilan. Anda juga tentu ingin tahu apakah kehamilan dan janin dalam kondis normal?

Mendapatkan informasi tentang hal-hal yang mungkin terjadi dalam persalinan dan kelahiran bisa membuat Anda lebih percaya diri untuk melalui seluruh pengalaman ini.

Dengan mengecek masa kehamilan dan kondisi janin dalam kandungan, Anda akan mengetahui tahapan-tahapan apa saja yang akan dilalui hingga waktu kelahiran tiba.

Yuk, cek tahapannya melalui e-book gratis ini. Meski gratis, tahapan-tahapan kehamilan yang ada di ebook ini cukup lengkap, mulai dari umur kehamilan di minggu pertama hingga umur kehamilan memasuki saat-saat mendekati proses melahirkan di minggu ke 40.

Untuk lebih lengkapnya, silahkan di download saja ebook gratis: Tahapan Masa Kehamilan. Klik button download di bawah ini untuk mendownload ebook Tahapan Masa kehamilan: 


Akhirul kata, semoga bermanfaat..

0 Manfaat Menyusui Pada Bayi

Hamil dan melahirkan adalah proses yang alami bagi kaum perempuan. Dan kecuali pada orang-orang tertentu yang memang tak menghendakinya, kehamilan merupakan suatu anugrah Tuhan yang seyogyanya disyukuri. Untuk itu, demi menjaga anugerah Tuhan dan tidak berujung malapetaka, baik pada sang ibu maupun pada anak yang kelak dilahirkan, ada baiknya jika para ibu memiliki pengetahuan mengenai manfaat ASI agar kelak bayi yang disusui mendapat asupan nutrisi yang baik.

Pada usia kehamilan menginjak ke minggu 16, plasenta atau ari-ari akan terbentuk. Melalui plasenta inilah segala kebutuhan bayi akan disalurkan. Dan setelah bayi keluar dari kandungan, maka menyusui merupakan proses atau kegiatan yang fungsi utamanya adalah menggantikan tugas yang dulu dilakukan oleh plasenta, yakni, bertugas untuk memenuhi asupan nutrisi bagi tumbuh kembang sang bayi. Maka, dalam istilah kedokteran, proses menyusui ini sering juga disebut dengan istilah eksternal plasenta, karena semua proses yang dialami bayi terjadi di dalam kehamilan dilanjutkan setelah kelahiran melalui proses menyusui. Air susu ibu (ASI) dan menyusui adalah dua hal penting yang merupakan kelanjutan fungsi plasenta untuk memenuhi kebutuhan bayi untuk mendapat nutrisi (makanan) terbaik, dan perlindungan berupa zat-zat kekebalan di dalam ASI yang menghindarkan bayi kepada segala macam penyakit. Dua kebutuhan bayi tadi masih disempurnakan dengan fungsi lain yang tidak kalah pentingnya, yakni proses stimulasi yang terjadi selama proses menyusui.

Proses stimulasi atau rangsangan kepada bayi terutama yang menyangkut dengan kelima indera sang bayi pada saat menyusui sangat bermanfat bagi tumbuh kembang otak bayi. Kontak fisik antara ibu dengan bayinya pada saat menyusui yang melibatkan panca indera sang bayi seperti indera penciuman, pendengaran, penglihatan, kulit, dan pengecapan, terutama pada bulan-bulan pertama kelahiran, merupakan saat-saat paling sensitive terhadap rangsangan panca indera bayi dan otaknya. Bayi yang baru dilahirkan memiliki indera penciuman alami yang sangat baik, yang ia gunakan dan latih sejak masih dalam kandungan melalui proses “inisiasi menyusu dini”. Begitupun dengan indera pendengarannya. Indera pendengaran bayi sudah sempurna dan canggih jauh sebelum ia dilahirkan (bayi sudah bisa mendengar jauh sebelum dilahirkan, yakni pada usia kehamilan menginjak usia 20 minggu), memberi kesempatan bayi untuk mendengar napas, suara dan degup jantung ibu selama proses menyusui. Jadi mitos mengenai bayi belum bisa mendengar saat baru dilahirkan yang sering dikatakan oleh orang-orang tua kita dulu merupakan sebuah kesalahan. Sedangkan manfaat selama proses menyusui pada kulit bayi adalah untuk lebih mengoptimalkan kepekaan bayi melalui kulitnya. Kulit bayi di mana terdapat banyak reseptor “syaraf” akan menerima banyak rangsangan saat didekap selama menyusui.

Bagaimana dengan indera penglihatan bayi itu sendiri? Dapatkah bayi melihat ketika umurnya masih dalam hitungan hari sesaat setelah dilahirkan? Memang, penglihatan bayi belum berfungsi baik karena pada bayi yang baru lahir belum keluar kolostrumnya. Tapi, proses ini bisa dipercepat melalui menyusui. Kontak fisik “skin to skin” turut berperan mempercepat keluarnya kolostrum pada mata bayi untuk modal baginya melihat. Saat melakukan “skin to skin contact” dengan meletakkan bayi di dada ibu dalam waktu yang lama, mata bayi begitu terlihat nanar seolah melihat. Itulah yang kemudian ikut merangsang lebih cepat keluarnya kolostrum. Disamping itu, zat-zat yang terkandung di dalam ASI seperti DHA/AA juga juga turut menyempurnakan fungsi penglihatan bayi karena kandungan zat tersebut bersifat merangsang pertumbuhan syaraf otak dan mengoptimalkan fungsi penglihatan terutama pada retina mata.

Rasa yang berubah-ubah pada ASI yang bergantung pada makanan apa yang dikonsumsi sang ibu selama menyusui juga ikut melatih indera pengecapan sang bayi. Begitupun dengan kadang deras dan kadang surutnya ASI ikut juga berperan melatih bayi untuk berpikir cerdas dan mampu “mengatur strategi” tentang apa yang harus dilakukannya agar tak tersedak pada saat ASI yang keluar begitu bancar, dan menghisap lebih kuat ketika ASI yang keluar lebih sedikit.

Disamping itu, menurut penelitian, di dalam ASI terkandung bakteri baik berupa kuman lactobacillus. Kuman lactobacillus merupakan bakteri baik yang member perlindungan pada usus bayi . Kelak bakteri baik ini dapat atau akan melindungi usus bayi dari berbagai macam penyakit yang masuk melalui saluran pencernaan. Jadi, kenapa harus mencekoki bayi dengan susu formula yang bisa jadi tercemar virus, jika sang ibu bisa memproduksi sendiri susu yang jelas-jelas lebih banyak manfaatnya?

0 Dampak Buruk Televisi Bagi Anak

Banyak acara televisi di Indonesia yang tidak mendidik, itu sudah menjadi rahasia umum. Tapi, dari sekian banyaknya tayangan “sampah” di televisi, itu biasanya tayang pada jam-jam saat anak-anak kita menonton televisi. Dan takukah Anda, bahwa otak anak memiliki kemampuan sangat cepat untuk mengingat dan meniru sesuatu. Berbagai hal yang disampaikan pada anak, baik melalui penglihatannya maupun pendengarannya, akan dengan mudah dicerna otaknya. Dan televisi yang merupakan gabungan antara bahasa visual (penglihatan) dan pendengaran sekaligus, adalah salah satu media yang paling mudah mempengaruhi sekaligus mencemari otak anak-anak kita. Tidak heran saat ini orang tua mulai dituntut untuk berhati-hati dan selektif dalam memilih tayangan televisi yang ditonton anak-anak agar tidak berdampak negative terhadap perkembangan anak.

 Acara televisi memiliki daya informasi yang luar biasa kuat kepada anak-anak, karena hampir 90% waktu anak dihabiskan di rumah dan menonton televisi. Nah, disamping dari tayangan televisi yang kadang tak mendidik, juga ada dampak-dampak lain yang menyertai, terutama pada kesehatan anak, jika terlalu lama menonton televisi. Dibawah ini adalah beberapa dampak buruk bagi anak-anak yang dihasilkan dari terlalu seringnya menonton televisi yang disarikan dari beberapa sumber:
  • Beberapa waktu lalu ramai diberitakan sejumlah anak menjadi korban efek dari program Smack Down yang ditayangkan di salah satu stasiun swasta. Anak-anak yang terlalu sering menonton acara itu meniru apa yang dia lihat. Mereka saling banting dan adu jotos dengan teman-temannya meniru acara Smack Down yang mereka tonton, dan berujung pada kematian.
  • Lain halnya di Jepang, diberitakan bahwa sejumlah anak (jumlahnya tak tanggung-tanggung sekira 1.523 anak) di sana dilaporkan mengalami mual-mual karena terlalu lama menonton acara kartun Pokemon edisi Computer Warrior Porigon produksi tahun 1997 yang memang sedang booming saat itu. Dan menurut tim medis yang memeriksa kasus ini, gejala itu akibat efek dari sinar warna merah yang menyilaukan yang terpancar dari mata tokoh Pikachu.
  • Dalam sebuah seminar, dokter ahli gizi, Endang Darmoutomo mengungkapkan bahwa anak yang terlalu lama menonton tivi akan mengalami obesitas sebesar 2%. Ini karena anak-anak pada saat menonton televisi cenderung pasif dan banyak mengemil.
  • Dokter spesialis anak, Hardiono D. Pusponegoro, lain lagi. Beliau mengungkapkan hasil penelitian Hancox RJ. Association of Television Viewing During Childhood with Poor Educational Achievment menyebutkan bahwa menonton tivi pada anak dibawah usia tiga tahun memberi dampak penurunan IQ. Menurut beliau, otak anak memiliki fungsi merencanakan, mengorganisasi, mengurutkan perilaku untuk kontrol diri, konsentrasi atau atensi, dan menentukan baik atau tidak. Dan semua sensor itu akan berkembang di pusat otak korteks prefrontal pada masa anak-anak hingga remaja. Dan tayangan televisi yang tidak baik pada dasarnya akan menghambat perkembangan otak ini karena organ ini akan kehilangan kesempatan mendapat stimulasi dalam hubungan sosial dengan orang lain , bermain kreatif, dan memecahkan masalah.
  • Anak-anak yang hanya menonton televisi tidak mengalami perkembangan imajinasi dan perkembangan otaknya secara lebih baik dibandingkan dengan membaca buku.
Tapi meskipun berderetnya dampak buruk dari televisi terhadap anak, bukan berarti anak-anak sama sekali tidak boleh menonton televisi. Toh ada beberapa tayangan televisi yang sedikit memberi dampak positif pada perkembangan anak, selama tayangannya masih proporsional. Dan peran orang tua dalam membimbing anak-anak (parenting) adalah hal yang paling penting. Efek buruk apapun yang disimak anak-anak akan dengan mudah dikontrol apabila ada bimbingan dari orang tua. Jadi, kalau anak sudah mendapatkan bekal yang bagus dari orang tua maka otomatis anak bisa memfilter berbagai informasi itu dan mereka tetap menjadi anak yang tidak meniru secara mentah tayangan televisi.

0 Manfaat Membiarkan Bayi Menangis


Bayi yang menangis adalah hal biasa, dan sebagai orang tua kadang suka nggak tega dan buru-buru menenangkannya, padahal ,menurut penelitian para ahli dari University of Melbourne, membiarkan anak menangis sampai puas dan tidak buru-buru menenangkannya asal tidak terlalu lama tidak masalah bagi kesehatan si bayi, dan bahkan akan, membuatnya tidur lebih nyenyak, karena membiarkan bayi menangis hingga puas akan membuatnya lebih tenang.

Tapi tentu saja, jika bayi menangis terlalu lama dan tak juga berhenti, tentunya orang tua harus menenangkannya agar tangisnya berhenti. Pada intinya, sebagai orang tua saat membiarkan bayinya menangis adalah untuk melatih bayi mengendalikan tangisnya sendiri, sampai puas dan tertidur dengan sendirinya. Jadi, bukan mengabaikan tangisan bayinya itu sendiri, melainkan mendampingi dan mengontrol bayinya saat menangis.

Teknik mengontrol dan membiarkan bayi menangis sampai puas ini oleh para ahli di University of Melbourne disebut dengan istilah teknik controlled crying atau tangisan yang terkontrol. Pelaksanaannya juga harus bertahap, misalnya dibiarkan 2 menit pada hari pertama, lalu 5 menit di hari kedua, 10 menit di hari ketiga dan seterusnya.

Teknik lainnya adalah dengan mendampingi si bayi saat sedang menangis. Oleh para ahli, teknik ini dinamakan camping out karena orangtua hanya perlu duduk sambil mengajari si bayi untuk mengontrol tangisannya sendiri sampai kelelahan dan akhirnya tertidur.

Jkalau dipikir secara sepintas, memang teknik ini agak terdengar janggal dan terkesan kejam, karena sebagai orang tua (terutaama perempuan) yang memiliki naluri keibuan secara alami membiarkan anaknya menangis dan tak segera menenangkannya seperti terkesan tak menyayangi anaknya. Namun seikali lagi, para ahli menegaskan, selama durasi tangisan si bayi tak terlalu lama, membiarkan bayi menangis sangat aman dan tak akan menimbulkan efek negative bagi kesehatan si bayi itu sendiri.

Bahkan kalau dibiarkan menangis dulu sampai puas, si bayi cenderung tidur lebih nyenyak dibandingkan kalau langsung ditenangkan dan dipaksa tidur. Bagi orangtua sendir juga menguntungkan, sebab kalau bayinya tidur nyenyak maka tidurnya sendiri juga akan terganggu.

Namun ditegaskan sekali lagi, teknik mengontrol tangis bayi tidak berarti membiarkan si bayi terus-terusan menangis sepanjang malam. Lagipula kalau bayinya menangis terus, orangtua juga tidak akan bisa tidur karena berisik dan pastinya tidak tega mendengar jerit tangis buah hatinya.

0 Potensi Keberhasilan dan Resiko Program Bayi Tabung

Bayi tabung adalah suatu teknik proses reproduksi dimana terdapat campur tangan manusia yakni dengan cara mempertemukan sel telur matang dan siap dibuahi dengan sperma di luar tubuh manusia (in vitro fertilization/IVF). Teknik ini menjadi alternative  bagi pasangan suami istri yang begitu mendapatkan momongan tapi sulit hamil. Dan karena untuk menjalani program bayi tabung ini memerlukan biaya yang tak sedikit, dan adakalanya juga menuntut pengorbanan-pengorbanan lainnya baik itu secara fisik maupun psikologis, ,maka ada baiknya sebelum Anda memilih untuk menjalani program bayi tabung ini, terlebih dahulu memahami prosedur, keuntungan, peluang terjadinya kehamilan dan juga resiko yang harus ditanggung selama menjalani program ini. Hal ini penting guna mempermudah dan menambah kesiapan mental, baik itu bagi sang calon ibu maupun calon bapak. 

Bagaimanapun, meski teknologi dan peralatan kedokteran yang dipakai untuk membantu terjadinya kehamilan pada program bayi tabung ini dinilai sudah sangat mutahir, ,namun bukan berarti tanpa kegagalan dan jresiko sama sekali. Ada banyak factor yang menentukan berhasil atau tidaknya program bayi tabung, yang diantaranya adalah usia wanita, cadangan sel telur, lamanya gangguan kesuburan yang dialami pasangan, riwayat ada atau tidaknya kehamilan sebelumnya, derajat kelainan, sarana dan fasilitas teknologi laboratorium, ilmu dan pengalaman yang dimiliki oleh tenaga medis klinik bayi tabung.

Dan dari sekian factor yang menentukan tersebut, factor yang paling penting adalah usia calon ibu. Pada usia kurang dari 30 tahun angka keberhasilannya 35-45 persen, pada usia 31-35 tahun peluang untuk terjadinya kehamilan 30-45 persen, pada usia 36-40 tahun peluang terjadinya kehamilan 25-30 persen dan pada usia lebih dari 40 tahun peluangnya 10-15 persen.

Lantas, apa saja resiko yang mungkin timbul akibat dari program bayi tabung ini, terutama bagi sang calon ibu dan bayinya. Setidaknya ada lima hal yang dapat dicatat di sini yang merupakan resiko umum dari program kbayi tabung ini. Apa saja resikonya?

  1. Terjadinya stimulasi indung telur yang berlebihan dan memungkinkan untuk terjadinya penumpukan cairan di rongga perut yang menimbulkan efek samping berupa rasa kembung, mual-mual, muntah, dan hilangnya selera makan. Tapi dengan beberapa perawatan khusus dan dibantu oleh dokter ahli, biasanya efek samping ini dapat dihindari atau setidaknya dapat diminimalisir.
  2. Saat pengambilan sel telur dengan jarum memiliki resiko yang fatal bila tidak hati-hati dan ditangani oleh dokter yang benar-benar ahli seperti misalnya terjadi pendarahan hebat, infeksi, dan juga kemungkinan mengenai kandung kemih, usus dan pembuluh darah. Tapi, dengan persiapan yang matang dan ditangani oleh dokter yang memang ahlinya, dan juga dengan bantuan teknologi ultrasonografi, keadaaan tersebut diyakpini tak akan terjadi.
  3. Risiko kehamilan kembar lebih dari 2 (dua) akan meningkat dengan banyaknya embrio yang dipindahkan ke dalam rahim.  Hal ini akan memberikan risiko akan persalinan prematur yang memerlukan perawatan lama. Dengan mempertimbangkan usia istri dan pembatasan jumlah embrio yang akan dipindahkan ke dalam rahim dapat mengurangi risiko tersebut.
  4. Tak seperti kehamilan alami yang lebih kuat, kehamilan dari program bayi tabung ini sangat rentan dengan keguguran di luar kandungan. Melalui pemberian hormon dan pemindahan embrio dengan panduan ultrasonografi, keadaan tersebut diharapkan tidak terjadi 
  5. Dan yang terakhir, risiko lain yang timbul dapat berupa biaya yang dikeluarkan, kelelahan fisik, dan stres emosional dalam menyikapi antara harapan dan kenyataan yang terjadi selama mengikuti bayi tabung.

Dari paparan singkat di atas mengenai prosedur, potensi keberhasilan terjadinya kehamilan, dan juga resiko yang mungkin mengintai dari program bayi tabung ini diharapkan pasangan yang sudah bersepakat memutuskan untuk menjalani program bayi tabung, dapat mempermudah dan menambah kesiapan mental, baik itu bagi sang calon ibu maupun calon bapak.

0 Mendorong Minat Menabung Pada Si Kecil

Menabung pangkal kaya, begitulah pepatah lama mengatakannya. Dan memang, kebiasaan menabung sejak kecil, disamping untuk mendidiknya agar tak boros, juga bisa dimanfaatkan untuk keperluan-keperluan si anak sendiri. Bagi orang tua yang memiliki penghasilan tidak dari satu satu sumber saja, misalnya disamping dari pendapatan si ayah, si ibu juga ikut bekerja, maka boleh jadi tak cemas dengan keadaan financial rumah tangganya. Namun, untuk keluarga yang hanya memiliki satu sumber pendapatan, apalagi pendapatan yang dihasilkan dari sumber tersebut tak seberapa jumlahnya, tentu harus lebih cerdik mengelolanya agar tak putus di pertengahan bulan.

 Dan salah satu pengelolaan keuangan keluarga, disamping kita sebagai orang tua harus bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan, kita juga bisa melibatkan buah hati dalam pengelolaan keuangan keluarga. Hal ini disamping bermanfaat bagi cash flow keuangan keluarga, juga bisa digunakan sebagai sarana untuk mendidik buah hati tentang pengelolaan masa depan. Tentu saja, tingkat pelibatan ini harus sewajarnya saja, jangan sampai membebani anak-anak Anda dengan masalah financial keluarga.

Sebuah buku berjudul ½ Price Living, Rahasia Kehidupan Impian dengan Satu Pemasukan yang ditulis oleh Ellie Kay, menjabarkan tentang pentingnya berbagai pemahaman dengan anak mengenai kondisi keuangan keluarga. Orang tua dapat membantu anak mengatur anggaran untuk dirinya sendiri. Jika mereka mampu melakukannya, anak turut mendukung kestabilan keuangan keluarga. Orang tua bisa memotivasi anak, bila ia tak menghabiskan uang jajan, sisanya boleh ditabung. Dan uang tabungan itu bisa digunakannya kelak untuk memenuhi kebutuhannya sendiri.

 Misalnya bila suatu saat anak Anda merengek minta dibelikan tas bermerk atau mainan canggih yang harganya lumayan mahal. Ajaklah si anak ngobrol santai namun bermakna, seperti misalnya menerangkan pada si kecil tentang perbedaan antara keinginan dengan kebutuhan. Terangkan juga padanya bahwa yang utama dari sebuah barang adalah fungsi, bukan merk. Bisa jadi, barang yang mahal kwalitasnya tak lebih bagus daripada barang yang harganya sedang-sedang saja. Namun, bila si kecil tetap bersikeras ingin barang dengan merk yang sama, ajak si kecil untuk mempunyai kebiasaan menabung. Kelak, dari hasil tabungannya ia bisa membeli barang tersebut dan orang tua akan menambal sisanya.

 Dari obrolan ringan tersebut, secara tidak langsung kita berbagi tanggung jawab mengenai masalah keuangan dengan si anak, dan secara tidak langsung bermanfat ganda. Selain membantu menghemat pengeluaran, hal ini juga dapat mengajari anak tentang nilai-nilai etos. Diskusi tentang cara mendapat uang untuk menabung juga perlu dilakukan. Orang tua dapat memancing ide dari anak-anak tentang kegiatan yang bisa mendatangkan uang tambahan. Misalnya, membuat kue kecil atau es mambo dan mendirikan kios kecil-kecilan untuk menjual kue-kue atau es buatannya.

0 Kentut dari Vagina Pasca Melahirkan

Pada banyak kasus, bagi ibu yang baru melahirkan anak pertamanya dan melahirkan secara normal dengan dibantu oleh dokter kandungan atau bidan, setelah masa nifas seringkali sang ibu akan mengalami hal-hal yang tidak pernah dialami ketika sebelum melahirkan yakni seperti, menemukan sisa kotoran BAB pada daerah vagina, atau buang angin melalui vagina tanpa bisa dikontrol. Hal ini tentu saja mengganggu kenyamanan secara psikologis kepada sang ibu, terutama untuk kentut yang tidak bisa di control itu tentu saja akan menimbulkan rasa malu ketika dia sedang bersosialisasi dengan orang lain.

Pertanyannya kemudian adalah:

  1. Apakah kasus ini termasuk malapraktek yang dilakukan oleh dokter atau bidan ketika menangani persalinan sang ibu sehingga sang ibu memiliki efek seperti itu pasca melahirkan?

  2. Langkah apa yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan ‘kebiasaan baru’ ini?


Pada persalinan normal, apalagi untuk persalinan anak pertama, dengan kondisi vagina yang masih kencang dan belum lentur, dinding perineum, yakni dinding vagina antara vagina ke anus biasanya juga masih kencang dan kaku. Sehingga pada proses persalinan akan memperlambat turunnya dan keluarnya kepala bayi. Maka untuk kasus seperti ini memang diambil tindakan menggunting daerah tersebut untuk mempermudah persalinan. Setelah persalinan selesai maka akan dilakukan penjahitan untuk menutup kembali daerah yang digunting tersebut.

Pada prosesnya robekan tersebut bisa melebar. Hal ini terjadi karena desakan kepala bayi atau keluarnya bahu bayi, atau ibu yag mengangkat daerah bokong saat bayi keluar, sehingga daerah yang digunting semula hanya sekitar 1-2 cm, bisa melebar menjadi 3 sampai 4 cm, dan arah robekan bisa ke arah anus atau vagina.nah, kemungkinan untuk kasus ibu yang selalu buang angin melalui vagina tanpa bisa dikontrol itu kemungkinan karena arah robekan yang melebar ini ke arah anus dan kemudian mengenai dinding dan otot di daerah tersebut.

Pada proses penyembuhannya bisa langsung sembuh (primer) atau bisa bermasalah (seperti pada kasus di atas). Jadi, untuk kasus di atas kemungkinan penyembuhan tersebut tidak sembuh secara total, sehingga saat ini ada hubungan antara dinding anus dan dinding vagina, yang memang letaknya berdampingan, sehingga menyebabkan kemungkinan terjadinya kasus di atas.

Hal ini tidak dapat dikategorikan malapraktek, karena ini memang resiko dari tindakan dan proses penyembuhannya. Tapi meskipun begitu, bagi ibu-ibu yang mengalami hal ini nggak usah khawatir, karena kasus ini bisa diperbaiki oleh dokter kandungan. Caranya dengan menjahit ulang daerah tersebut. Konsultasikan saja dengan dokter kandungan di kota Anda. Anda dapat menjalani proses perbaikan kapan saja sesuai dengan kesiapan Anda.

0 Kebiasaan Hisap Jempol si Buah Hati dan Dampaknya terhadap Gigi

Oleh : drg. Martha Mozartha

Orang tua yang memiliki anak batita atau balita sering kali bertanya-tanya apakah kebiasaan menghisap jari adalah hal yang normal pada anak, dan terkadang bingung bagaimana cara menghentikannya, atau dibiarkan saja hingga berhenti dengan sendirinya seiring anak beranjak besar.

Anak menghisap suatu benda tertentu karena gerakan menghisap adalah salah satu refleks alami bayi. Saat ia bertambah usia, si anak mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan tersendiri saat ia menghisap sesuatu, bisa jempol, jari, lengan, bibir, dot, atau benda lain. Efek menenangkan ini cukup dahsyat rupanya, hingga banyak bayi yang terbiasa menghisap jari terlebih dulu untuk bisa terlelap. Anak juga menghisap untuk mencari kenyamanan saat ia sedang lapar, rewel, takut, atau bosan. Sedikit demi sedikit, kebiasaan menghisap ini akan ditinggalkan oleh si anak, dan umumnya sudah berhenti sama sekali saat anak berusia lebih dari 3 tahun.

Apa masalah yang dapat ditimbulkan oleh kebiasaan menghisap jempol ini?

Menghisap jempol adalah salah satu dari kebiasaan anak yang dapat menyebabkan maloklusi (gigi dan rahang dalam posisi yang tidak normal), kalau hal ini dibiarkan terus hingga anak melewati masa batita. Gigi anak dapat menjadi maju, atau dapat terjadi juga open bite yaitu saat rahang dikatupkan gigi belakang atas dan bawah sudah berkontak namun gigi depan atas dan bawah tetap terbuka.

Gmbr. Anak yang memiliki kebiasaan menghisap jari, terjadi open bite di mana gigi belakang terlihat sudah berkontak namun gigitan gigi depan terbuka, dan lidah terjulur ke depan.

Bahkan terkadang hingga menyebabkan perubahan bentuk langit-langit mulut karena tekanan jempol di daerah tersebut.

Rahang normal idealnya berbentuk U, lebar, dan tidak terlalu dalam, seperti pada gambar di sebelah ini. Bentuk rahang seperti ini didapati pada orang dewasa yang saat kanak-kanak diberi ASI.
Sebaliknya, rahang berbentuk V, sempit, dan dalam seperti pada gambar di sebelah ini umumnya didapat pada orang dewasa yang dulunya diberi susu botol atau terbiasa menghisap jempol.

Kondisi ini juga mencetuskan masalah bicara pada anak, misalnya anak tidak dapat mengucapkan huruf T dan D dengan benar, atau menjulurkan lidah keluar saat bicara atau mengucapkan huruf tertentu.

Umumnya maloklusi tersebut dapat baik dengan sendirinya, bila anak menghentikan kebiasaannya menghisap jari. Namun bila kebiasaan ini berlanjut lebih lama, maka besar kemungkinan di kemudian hari akan diperlukan perawatan orthodontik untuk memperbaiki masalah gigi yang ada.

Kapan kebiasaan menghisap jari mulai menimbulkan masalah?

Anak yang masih memiliki kebiasaan menghisap jari setelah ia berumur 4 tahun dengan intensitas atau frekuensi tinggi cukup beresiko tinggi untuk mengalami masalah gigi atau masalah bicara saat ia dewasa. Ada tiga hal yang paling menentukan tingkat keparahan masalah gigi dan mulut yang ditimbulkan oleh kebiasaan menghisap jari ini, yaitu intensitas, frekuensi dan durasi penghisapan. Tekanan dan posisi jari saat menghisap juga turut mempengaruhi. Menghisap dot juga dapat memberi efek yang sama seperti menghisap jempol, namun sering kali kebiasaan menghisap dot lebih mudah untuk dihentikan.

Gambar : Ilustrasi anak yang memiliki kebiasaan menghisap jempol. Perhatikan jempol yang menghadap ke langit-langit, saat anak melakukan gerakan menghisap jempol tersebut akan memberi tekanan ke arah atas dan gigi depan, dan bagian bawah jempol akan menekan lidah sehingga mendoron gigi bawah dan bibir sedangkan dagu terdesak ke dalam. Akibatnya anak dapat memiliki profil muka yang cembung akibat gigi depan yang maju.

Anak yang terbiasa menghisap jempol atau menghisap dot umumnya lebih besar kemungkinan untuk memiliki wajah yang kurang proporsional saat remaja hingga dewasa, dibandingkan dengan anak yang diberi ASI dalam periode waktu yang cukup lama dan tidak pernah memiliki kebiasaan menghisap jari atau dot.


__________

Hasil copy paste dari:sini

0 4 Kiat Melatih Anak bangun Pagi

salah satu hal yang paling bikin keki pagi hari bagi yang memiliki anak kecil usia sekolah adalah membangunkan mereka sepagi mungkin untuk berangkat ke sekolahtapi, kendala yang kadang harus ditemui adalah si anaksusah sekali untuk dibangunkan hingga akhirnya tak jarang anak menjadi terlambat masuk sekolah.

Tapi, sebelum Anda murka dan harus marah-marah tiap pagi hanya gara-gara harus berjibaku dengan sang anak agar mau bangun lebih pagi, bukankah lebih baik jika kita mencari solusinya daripada kekesalan itu segera menjadi rutinitas tiap pagi. Apa solusinya?

Salah satu aktifitas rutinitas pagi hari yang biasanya memicu frustrasi para orangtua adalah saat membangunkan si kecil. Saking sulitnya dibangunkan, si kecil sering terlambat masuk sekolah. Pintu pagar sekolah pun sudah ditutup. Tapi kalau si anak gagal masuk halaman sekolah, malah orangtuanya yang kena sasaran kemarahan anak. Katanya, mengapa dirinya tidak dibangunkan pagi-pagi? Wah, inilah suka duka membiasakan bangun pagi pada anak-anak. Solusinya? Biasanya anak usia tiga hingga lima tahun tidur antara 10-14 jam sehari. Termasuk tidur siang. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah, bahwa semakin awal anak tidur pada malam hari, maka semakin awal juga ia bangun keesokan harinya.

Nah, untuk melatih agar sang anak memiliki kebiasaan bangun pagi tentu ada kiat-kiat tertentu yang harus Anda terapkan. Beberapa kiat atau cara untuk membuat dan melatih anak Anda memiliki kebiasaan bangun pagi diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Mencari akar masalah
Seorang anak menjadi susah untuk bangun pagi biasanya adalah karena ia terlambat untuk tidur pada malam harinya. Untuk itu, tanyakan pada sang anak tentang apa yang membauatnya sering terlambat tidur. Jika sudah ketemu akar masalahnya tentu akan lebih mudah untuk mencari solusinya. Misalkan si anak punya kebiasaan minum minuman yang mengandung kafein, maka tentu solusinya adalah pastikan anak Anda tidak meminum minuman yang mengandung kafein pada sore hari. Kemungkinan lain yang bisa terjadi yang membuat anak menjadi begitu sulit untuk bangun pagi adalah karena ia tidak pulas ketika tidur, yang pada akhirnya jam tidurnya menjadi berantakan. Tanyakan padanya apa yang membuatnya tidak lelap ketika tidur. Biasanya karena factor mimpi atau ketakutan-ketakutan yang ditimbulkan oleh imajinasinya sendiri. Maka solusi yang bisa dicoba adalah ajarkan kebiasaan berdoa sebelum tidur pada sang anak. Kebiasaan berdoa sebelum tidur akan mensugesti otaknya untuk tidur lebih tenang. Atau bisa juga karena sang anak memang memerlukan waktu yang lebih lama untuk tidur. Setiap anak kadang memiliki kebiasaan tidur yang lebih lama satu atau dua jam dibanding yang lain. Jika begitu tentu hal yang harus dilakukan adalah pastikan anak sudah tertidur satu atau dua jam lebih awal.

2. Gunakan cara terbaik untuk membangunkan anak
Untuk mencari tahu apa hal paling efektif untuk membangunkan si anak adalah tentu saja dengan mencoba segala metode untuk membangunkannya. Tidak semua anak merespons metode yang sama. Ada yang langsung terbangun ketika Anda menyalakan lampu di kamarnya. Ada yang hanya perlu disentuh sedikit sambil dipanggil namanya. Namun ada juga yang harus diguncang-guncang, bahkan didudukkan sambil sedikit diseret keluar. Cari cara terbaik dan cocok untuk si kecil.

3. Aktifitas pagi yang menyenangkan
Agar anak memiliki sugesti untuk bangun pagi adalah dengan menyiapkan kegiatan yang menyenangkan tiap pagi dalam keluarga seperti misalnya olahraga bersama, sarapan pagi bersama dengan menu makanan yang begitu disukainya, menyetop film kesukaannya di titik di mana film sedang seru-serunya pada hari sebelumnya dan katakana padanya bahwa film itu akan diputar lagi esok hari jam setengah enam pagi, dan sebagainya. Pastikan ia begitu menyukai kegiatan tersebut hingga ia tak ingin melewatkannya tiap pagi. Pastikan bahwa ia sampai pada tahap pikir atau termotivasi bahwa jika ia bangun siang maka akan ketinggalan kegiatan yang disukainya. Kalau sudah begitu, tentu akan lebih mudah untuk merangsangnya bangun lebih awal.

4. Biasakan si kecil bangun sendiri
Membiasakannya bangun sendiri memang akan sulit, karena itu Anda perlu bersabar dalam mendorong anak melakukannya. Namun Anda harus melalui tahapan ini, karena jika tidak, anak akan kesulitan membangunkan dirinya sendiri hingga dewasa nanti. Dengan mengajak anak belajar bangun sendiri, secara tak langsung Anda juga mempersiapkan masa depannya menghadapi dunia nyata.

0 Cara Bijak Menjawab Pertanyaan Seputar Seks Pada Anak

Pertanyaan yang diajukan anak-anak sering membuat orangtua bingung untuk memberi jawaban yang tepat. Terutama bila pertanyaan tersebut berkisar pada masalah seks semisal, “Ma, bayi datangnya dari mana, sih?” atau “Bunda, kok, enggak punya penis seperti aku?” Biasanya Anda tidak menyangka pertanyaan yang sulit ini diajukan si kecil yang masih begitu belia. Apalagi kadang anak bertanya pada saat yang tidak tepat. Yang patut disadari orangtua, bila anak bertanya tentang seks, dia memang ingin tahu dan mengerti. Lewat pembicaraan masalah biologi dengan anak, Anda dapat membantu proses awal pembahasan seksualitas dan masalah-masalah sulit lainnya. Menjawab pertanyaan dengan jujur dan berdasar fakta merupakan cara terbaik. Inilah contoh-contoh pertanyaan yang umum ditanyakan para orang tua dan jawaban ahli.



Kapan dan umur berapa anak dapat membicarakan perbedaan gender dan seksualitas?
Dengan membantu anak mengenali seluruh anggota tubuhnya sedini mungkin, misalnya pada usia 3 tahun, dan dengan memperkenalkan anggota tubuh mereka dengan istilah-istilah yang tepat, Anda membantu anak menjadi lebih nyaman dengan dirinya sendiri. Dengan bertambahnya usia mereka, Anda akan lebih mudah membicarakan masalah seks dengan mereka.

Bagaimana cara tepat menerangkan anggota tubuh kepada anak yang masih kecil?
Gunakan istilah yang benar seperti penis, vagina, anus, dan lainnya. Sebab, bila tidak, anak akan menggunakan istilah-istilah yang tidak tepat dan kerap terdengar kasar atau tak sopan. Selain itu, istilah yang kurang tepat akan memberi pengertian yang salah terhadap fungsi dari anggota tubuh tersebut. Bila Anda mendengar mereka mengucapkan istilah-istilah yang tidak sopan, segera koreksi anak dan minta ia tidak menggunakannya lagi.

Bila anak saya bertanya tentang bagian yang sangat pribadi di depan umum, apa yang harus saya lakukan?
Bila si kecil bertanya, “Mama, bolehkah saya melihat vagina Mama?” padahal saat itu Anda berdua sedang berada di sebuah toko, jangan buru-buru marah atau panik. Itu hanya karena keingintahuannya melintas begitu saja di benaknya, alias tiba-tiba. Yang terpenting adalah memastikan bahwa Anda memberi keterangan yang benar sekaligus memberinya keterampilan untuk mengerti situasinya. Anda dapat menjawab, “Kamu benar, anak perempuan memiliki vagina dan anak laki-laki punya penis.” Lalu atur batasan-batasan semisal, pertanyaan yang diajukan itu tidak dapat dilakukan di mana saja. Ada tempat tertentu untuk membicarakannya secara tertutup. Ingatkan pula, di mana Anda dan dia saat membicarakan tentang seks. “Kamu masih ingat, kan, kita pernah bicara soal anggota tubuh di rumah. Jadi, bukan di toko seperti ini.”

Bolehkah saya tetap bugil di depan anak usia 3 tahun?
Dengarkan kata hati Anda! Bila Anda merasa nyaman-nyaman saja, gunakan kesempatan tersebut untuk menjelaskan dengan memberi jawaban sederhana atas pertanyaannya secara jujur dan langsung. Bila tidak, gunakan buku untuk memperlihatkan perbedaan anggota tubuh yang Anda dan dia miliki. Orangtua yang bijak mengetahui keterbatasan yang dimiliki buah hatinya.

Anak saya sangat sering memegang alat kelaminnya. Mengapa dia melakukannya dan apa yang harus saya lakukan?
Bila anak-anak menyadari dengan memegang alat kelamin memberinya kenikmatan dibanding menyentuh anggota tubuh lainnya, ia akan melakukannya dan mengulanginya lagi. Hal ini Merupakan rangsangan bagi diri mereka sendiri, bukan diarahkan untuk satu tujuan tertentu. Mereka melakukannya karena membuatnya merasa nikmat. Itu saja, kok, alasannya. Tak perlu memarahi anak. Dibutuhkan waktu lama bagi anak-anak untuk menyadari hal ini. Tapi begitu paham, mereka akan mengerti dengan baik. Anak-anak sangat memperhatikan diri mereka dan sulit baginya untuk menerima bahwa ada orang lain di dunia ini dan bahwa perilaku tertentu harus tergantung di mana kita berada.

Bagaimana cara menjawab pertanyaan, “Dari mana datangnya bayi?”
Anda perlu mendengar secara aktif. Artinya, cari tahu apa yang betul-betul ingin diketahui anak tentang konsep ini. Ajukan pertanyaan padanya secara lembut dan hati-hati. Belum tentu apa yang dipikirkan anak sama dengan apa yang Anda pikirkan. Mungkin ia hanya ingin tahu, di rumah sakit mana dia dilahirkan. Atau dengan menjawab, “Bayi datang dari mamanya,” anak sudah merasa puas. Biarlah pertanyaan anak menjadi panduan Anda. Bila Anda terlalu banyak memberi informasi pada anak berusia 5 tahun, ia justru akan tambah bingung dan semakin tidak mengerti. Bila si kecil terlihat bingung, sebaiknya bicarakan bagaimana bayi mulai ada di dalam kandungan dan hal ini berarti Anda mulai membicarakan tentang seks. Pastikan anak tahu bahwa Anda senang bila dia bertanya pada Anda dan Anda dengan senang hati menjawab pertanyaan-pertanyaannya. Mudah-mudahan dengan cara ini, dia akan terus melakukan hal yang sama bila sudah lebih besar nanti. Dengan kata lain, ia tak mencari jawaban dari sumber yang salah.

Apa yang harus dilakukan bila di sekolah ia menceritakan seputar seks seperti yang kami lakukan di rumah, sementara teman-temannya tidak mengalami hal serupa di rumahnya?
Bila Anda mulai membicarakan masalah seputar seks dengan anak, katakan padanya, informasi ini Anda berikan hanya untuk dia dan bukan untuk diceritakan pada teman-temannya karena mereka akan membicarakan hal ini dengan orangtua masing-masing. Meski bisa saja anak tetap menceritakannya pada teman-temannya, penting untuk menyampaikan dan menekankan, pembicaraan ini hanya untuk dibicarakan di dalam rumah.

Sumber artikel: Tabloid Nova, Edisi 25-31 Desember 2006

0 Ibu Hamil yang Peminum Ringan dan Dampaknya Pada Janin

Pada artikel sebelumnya saya pernah menulis bahwa tak ada batas aman untuk mengonsumsi alkohol bagi ibu hamil, dan meski artikel tersebut tak sepenuhnya salah saya ingin memberi satu sudut pandang berbeda dalam hal konsumsi alkohol bagi ibu hamil ini terkait temuan saya baru-baru ini tentang dampak alkohol bagi ibu hamil mengacu pada hasil penelitian yang dilakukan oleh Universitas London yang mengumumkan hasil penelitiannya pada akhir tahun 2007 silam.

Pada saat itu peneliti mengambil responden sebanyak 11.500 anak yang lahir di inggris. Anak-anak tersebut dilaporkan lahir dari ibu yang gemar minum. Peneliti kemudian membagi ibu anak-anak ini dalam beberapa kelompok. Kelompok anti minum alkohol yakni ibu yang tidak minum, tetapi gemar minum, baik sebelum maupun sesudah kehamilan. Peminum ringan, yakni ibu yang minum 1-2 gelas seminggu. Kelompok moderat, yakni sang ibu biasa minum 3-6 gelas seminggu atau 5 gelas dalam satu waktu. Adapun peminum berat yang biasa meminum 7 gelas lebih dalam seminggu.

Dan hasilnya ternyata cukup mengejutkan, yakni ternyata meminum satu hingga dua gelas alkohol selama masa kehamilan, tidak membahayakan janin. Peneliti membuktikannya dengan mengikuti perkembangan anak sampai mereka berumur lima tahun—yang ibunya bisa dikategorikan sebagai peminum ringan. Peneliti tidak menemukan adanya kelainan sikap ataupun masalah kognitif pada anak-anak ini saat dibandingkan dengan anak-anak yang ibunya sama sekali anti minuman keras.

Meski hasil penelitian ini nyata-nyata ditenaatang oleh banyak dokter dan lembaga kesehatan, para peneliti dari Universitas London yang melakukan penelitian ini bersikukuh tidak ada hubungan sebab akibat antara kebiasaan meminum alkohol dengan bahaya kesehatan terhadap janin. Studi sebelumnya yang dilakukan oleh kelompok peneliti yang sama, menemukan bahwa kebiasaan ibu meminum alkohol sedikit selama kehamilan nyatanya tidak membahayakan janin.

0 Resep Herbal Untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Dr. Vivi K. Tjahyadi seorang dokter ahli herbal dari Klinik Herbal Karyasari membagi tips herbalnya untuk mengatasi beberapa masalah kesehatan yang kerap diderita oleh ibu pasca melahirkan dan menyusui. Bahan-bahan herbal yang digunakan untuk mengatasi beberapa masalah pada ibu sehabis melahirkan dan menyusui ini sangat mudah didapat karena bahan-bahan tersebut memang sedemikian dekat dengan keseharian ibu-ibu yang biasa berjibaku di dapur.

Apa saja resep-resepnya? Ini dia...

1. Resep herbal untuk memperlancar ASI

Bahan:

  • Air secukupnya

  • 3 genggam daun katuk muda

  • 3 siung bawang merah, iris tipis

  • 1 lembar daun salam

  • 1/3 sendok teh garam

  • Gula merah secukupnya


Cara membuat:

  1. Masak air sampai benar-benar mendidih.

  2. Setelah air sudah mendidih, masukkan bahan-bahan yang sudah disiapkan tadi.

  3. Tunggu hingga rasa air tersebut terasa agak manis. Angkat.

  4. Ramuan pun siap digunakan.


Cara pakai: Disantap sebagai makanan sehari-hari.


2. Resep herbal untuk puting lecet

Bahan:

  • Daun pegagan secukupnya

  • Minyak zaitun secukupnya


Cara membuat:

  1. Daun pegagan beberapa lembar digodog dengan minyak zaitun secukupnya.

  2. Tiriskan sampai digin


Cara pakai: Oleskan pada bagian putting yang lecet.


3. Resep herbal untuk mengatasi kaki bengkak

Bahan:

  • Asam kawak

  • Ragi tape

  • Air secukupnya


Cara membuat:

  1. Campur semua bahan dalam satu wadah

  2. Remas-remas hingga semua bahan dipastikan tercampur sempurna

  3. Ramuan pun siap digunakan.


Cara pakai: Balurkan ramuan ini pada kaki yang bengkak menjelang tidur malam.

4. Ramuan herbal untuk mengatasi perut kendur sehabis melahirkan

Bahan:

  • 1 butir kelapa


Cara membuat:

  1. Parut sebutir kelapa, lalu peras dan ambil santannya

  2. Kemudian santan tadi direbus hingga mendidih dan menjadi minyak kelapa.


Cara pakai: Balurkan di sekitar kulit perut 2 kali sehari setelah mandi.

5. Ramuan herbal untuk membersihkan nifas

Bahan:

  • 1 rimpang lengkuas muda sebesar 3 ibu jari

  • Air secukupnya


Cara membuat:

  1. Rimpang lengkuas yang masih muda sebesar 3 jari dicuci lalu potong-potong, rebus dengan air secukupnya.

  2. Saring airnya


Cara pakai: Diminum satu kali sahari.

6. Ramuan herbal untuk mengatasi radang payudara

Bahan:

  • Beberapa lembar daun sirih

  • Minyak kelapa secukupnya


Cara membuat:

  1. Beberapa daun sirih diolesi minyak kelapa

  2. Hangatkan di atas api sehingga layu.


Cara pakai: Hangat-hangat ditempelkan di seputar payudara bengkak.


Meski ramuan herbal ini aman, namun tak ada salahnya juga bila sebelum menggunakan ramuan herbal ini terlebih dahulu dikonsultasikan dengan dokter Anda.

0 Tips Membuat Anak Pandai Mengunyah

Apakah Anda punya masalah dengan anak Anda yang malas mengunyah makanan dan lebih suka makan makanan yang lembek sementara umurnya sudah menginjak 17 bulan? Normalnya, untuk anak yang berumur di atas 12 bulan memang sudah bisa memakan makanan orang dewasa. Jadi, jika anak Anda di atas umur 12 bulan masih ogah makan selain makanan lembek bisa jadi karena anak Anda terlalu malas mengunyah. Lalu, apa yang harus Anda lakukan agar si anak mulai mau mengunyah? Tentu saja harus diajari, karena memang faktanya seperti halnya anak belajar berjalan, keterampilan mengunyaj pun perlu diajari dan dilatih, karena pada dasarnya keterampilan makan bukanlah bersifat naluri, tapi mesti dipelajari dan dilatih.

Menurut para ahli, pada usia 6 bulan merupakan periode emas di mana sang anak harus sudah diajari beberapa keterampilan yang sifatnya sederhana, termasuk keterampilan makan. Setelah pada 6 bulan ke bawah bayi hanya mendapat asupan ASI ekslusif, maka untuk 6 bulan ke atas bayi sudah harus diberi makanan tambahan (MPASI). Melalui MPASI inilah saatnya sang ibu mengenalkan pada bayinya makanan padat untuk melatih pencernaannya dan juga keterampilan makan sang bayi. Ingatlah, keterlambatan pemberian makanan padat dapat berakibat tidak terlatihnya keterampilan makan anak. Jadi kalau kemudian pada usia anak di atas satu tahun ternyata masih belum juga mau memakan makanan padat bisa jadi saat pengenalan MPASI, anda sebagai orang tua terlambat untuk mengenalkan tekstur makanan kepada si kecil.

Lantas apa yang harus Anda lakukan untuk mengatasi kebiasaan anak yang malas mengunyah itu? mulai sekarang ketika Anda akan memberi makan pada si kecil berikanlah secara bertahap dari makanan padat yang lumat, agak kasar, lalu kasar. Dalam tahap ini biasanya karena belum terbiasa, ketika kita memberi makanan padat sang bayi akan menolak dan menyembur-nyemburkan makanannya. Jika sudah begini, maka sebaiknya hentikan memberinya makanan padat dan Anda bisa memberinya makanan lumat kembali. Barulah pada sore harinya Anda bisa coba lagi dengan memberinya makanan padat kembali. Ulangi pemberian makanan padat setiap pagi, siang dan sore.

Yang tak kalah penting, agar si kecil tertarik untuk mencoba dan mencoba lagi ketika Anda memberinya makan, sebaiknya ciptakan suasana makan yang menyenangkan bersama si kecil, seperti penyajian makanan yang menarik, prangkat saji yang lucu dan membuat bayi Anda menyukainya, dan sebagainya. Jadi pada intinya, yang perlu Anda lakukan untuk melatih bayi Anda mau mengunyah makanan padat adalah ketelatenan dan kesabaran Anda dalam melewati prosesnya. Jika Anda telaten, tak perlu waktu satu bulan, anak Anda pasti akan mahir mengunyah makanan padat.
 

Kumpulan Informasi Copyright © 2011 - |- Game Seru - |- Bursa Kerja